Memilih Model Pembelajaran yang Baik dan Tepat

0 Comments
Pendidikan tidak terlepas dari proses pembelajaran, dimana melalui pembelajaran inilah apa yang dicita-citakan dan tujuan dari pendidikan nantinya disampaikan dalam bentuk materi dan praktik. Corey (dalam Hendrawati dkk, 2012:2) mengungkapkan mengenai konsep dari pembelajaran yaitu bahwa “pembelajaran merupakan suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu terhadap situasi tertentu, sehingga pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan”. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan mempengaruhi tingkah laku dan sikap siswa dalam menerima informasi. Dalam lingkup pembelajaran terdapat subjek serta objek pembelajaran, dimana guru dan siswa merupakan subjek pembelajaran sedangkan materi merupakan objek pembelajaran.

Dalam menunjang proses belajar mengajar tentunya diperlukan adanya model pembelajaran. Dalam memilih model pembelajaran tentunya harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik serta kebutuhan dan kesesuaian dengan materi dan fasilitas yang ada di sekolah. Sebelum menentukan model pembelajaran yang ingin digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan seorang guru dalam menentukan pilihannya terhadap penggunaan model pembalajaran yang akan digunakan nantinya, diantaranya adalah.

1.  Guru diharapkan mempertimbangkan hal-hal dalam menentukan tujuan yang hendak ingin dicapai.
a.  Apakah tujuan pembelajaran yang ingin dicapai berkenan dengan kompetensi akademik, kepribadian, sosial, keterampilan siswa, kognitif, afektif dan psikomotor pada siswa?
b.       Bagaimana kompleksitas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai?    
c.    Apakah tujuan yang hendak dicapai itu memerlukan keterampilan akademik ?
2.  Guru diharapkan mempertimbangkan hubungan antara bahan atau materi dalam pembelajaran yang akan disajikan.
a.       Apakah materi pelajaran yang akan disampaikan berupa fakta, konsep, hukum atau teori?
b.      Apakah pembelajaran yang akan berlangsung memerlukan prasyarat atau tidak?
c.       Bahan atau sumber pendukung sudah ada dan relevan untuk materi?
2.  Guru diharapkan dapat mempertimbangkan kemampuan dasar siswa
a.        Apakah model pembelajaran yang dipilih sudah tepat dengan kematangan siswa?
b.      Apakah model pembelajaran yang dipilih sesuai dengan bakat, mintat, dan kondisi siswa?
c.       Apakah model pembelajaran itu sesuai dengan karakter siswa?
3.  Guru hendaknya mempertimbangkan hal lain yang bersifat nonteknis atau waktu yang akan ditempuh dalam penggunaan model tersebut
a.       Apakah dengan satu model tujuan pembelajaran sudah tercapai?
b.  Apakah model yang sudah ditetapkan itu sudah dianggap satu-satunya model yang dapat digunakan?
c.       Apakah model pembelajaran itu memiliki nilai efektivitas atau efisien


Setelah mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, barulah kita dapat memulai kegiatan kita dengan harapan semoga tujuan yang diinginkan dapat tercapai.

Selain memperhatikan aspek-aspek diatas, dalam memilih model pembelajaran setidaknya juga terdapat 4 komponen yang harus diperhatikan yaitu dari segi guru, peserta didik, fasilitas dan materi ajar. Adapun ciri-ciri model pembelajaran yang baik yaitu :
 
1.  Adanya keterlibatan emosional-intelektual melalui kegiatan mengalami, menganalisis, berbuat dan pembentukan sikap.
Dalam menggunakan model pembelajaran haruslah sesui dengan materi yang nantinya akan disampaikan karena jika model pembelajaran yang digunakan sesuai dengan materi maka siswa akan dapat menganalisis maksud dari materi yang disampaikan sehingga karakter dari siswa akan terbentuk dan pembelajaran akan tersampaikan dengan baik.
2.      Adanya keikutsertaan peserta didik secara aktif, kreatif, selama pelaksanaan model pembelajaran.
Keterlibatan dan keikutsertaan peserta didik dalam proses belajar mengjar merupakan suatu hal yang mendukung keberhasilan model pembelajaran. Dalam menerapkan model pembelajaran tentulah harus bisa menumbuhkan sikap aktif, kreatif siswa.  
3.      Guru bertindak sebagai fasilitator, coordinator, mediator, dan motivator kegiatan peserta didik.
Dalam hal ini guru tidak lagi masuk secara dalam dalam pembelajaran melainkan guru hanya sebagai fasilitator, mediator dan motivator. Saat model pembelajaran diterapkan diusahakan siswa paham dengan model pembelajaran yang akan digunakan sehingga nantinya siswa dapat mandiri dalam melaksanakan model pembelajaran tersebut dan guru hanya sebagai fasilitator. Jika siswa mengalami kesulitan barulah guru membantu siswa tersebut.
4.      Penggunaan berbagai metode, alat dan media pembelajaran.
Dalam menggunakan model pembelajaran tidak menutup kemungkinan adanya penggabungan dengan model pembelajaran yang lain bahkan media pembelajaranpun juga akan membantu keberhasilan model pembelajaran tersebut.
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa sebelum menggunakan dan memilih model pembelajaran maka guru harus memperhatikan beberapa komponen baik dari segi tujuan, siswa, fasilitas, bahkan penggunaan media pembelajaran. Karena keberhasilan penggunaan model pembelajaran juga ditentukan oleh beberapa aspek tersebut. Selain itu juga perlulah adanya kerjasama antara guru dan siswa sehingga apa yang diharapkan dari pembelajaran tersebut dapat tercapai.
                                       
Referensi
Jepot, I, S. (2013, Maret). Memilih Model Pembelajaran Yang Tepat. Retrieved Desember 23, 2016 from http://dewapemikir.blogspot.co.id /2013/03/memili h-model-pembelajaran-yang-tepat.html



You may also like

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

Author Info

About me

Instagram

Facebook

About the Author

Instagram

Translate

Follow us

featured Slider

Pages

Flickr Images

Like us on Facebook

Flickr

Popular Posts