Model pembelajaran inquiry adalahmodel pembelajaran yangmempersiapkansiswapadasituasiuntukmelakukaneksperimensendirisehinggadapatberpikirsecarakritisuntukmencaridanmenemukanjawabandarisuatumasalah yang dipertanyakan. Menurut Indahwati
(2012:259) model pembelajaran inquiry
ini bertujuan untuk melatih kemampuan siswa dalam meneliti, menjelaskan
fenomena dan memecahkan masalah secara ilmiah. Model Pembelajaran inquiry
banyak dipengaruhi oleh aliran belajar kognitif, menurut aliran ini belajar
pada hakikatnya adalah proses mental dan proses berpikir dengan memanfaatkan
segala potensi yang dimiliki setiap individu secara optimal. Teori belajar lain
yang mendasari pembelajaran inquiry adalah teori belajar konstruktivistik.
Dimana Setiap individu berusaha dan mampu mengembangkan pengetahuannya sendiri
melalui skema yang ada dalam struktur kognitifnya. Skema itu secara terus
menerus diperbarui dan diubah melalui proses asimilasi dan akomodasi.
Terdapat beberapahal yang menjadikarakteristik atauciri-ciriutamapembelajaran inquiry adalahsebagaiberikut:
Seluruhaktivitas yang dilakukansiswadiarahkanuntuk mencaridanmenemukansendirisesuatu yang dipertanyakansehinggadapatmenumbuhkansikappercayadiri (self belief).
Proses interaksibelajarmengajarmengarahkanpadaperubahandari teacher
centered kepadastudent centered.
Dalam
melaksanakan model pembelajaran ini tentunya terdapat langkah-langkah atau
tahapanan-tahapan, diantaranya adalah :
1.Orientasi
Langkah
orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang
responsif. Guru mengkondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran
yaitu guru merangsang dan mengajak siswa untuk berpikir memecahkan masalah.
2.Merumuskan masalah
Merumuskan
masalah merupakan langkah membawa siswa pada
suatu masalah atau persoalan yang
mengandung teka-teki. Dikatakan teka-teki dalam rumusan masalah yang ingin
dikaji karena masalah itu tentu ada jawabannya dan siswa didorong untuk mencari
jawaban yang tepat.
3.merumuskan
hipotesis
Hipotesis adalah
jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji dan perlu diuji
kebenarannya. Potensi berpikir siswa dimulai dari kemampuan setiap individu
untuk menebak atau menduga-duga (berhipotesis) dari suatu masalah. merumuskan
jawaban sementara (hipotesis).
4.Mengumpulkan
data
Mengumpulkan data
adalah aktivitas menyaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis
yang diajukan. Mengumpulkan data merupakan proses yang sangat penting dalam
pengembangan intelektual.
5.Menguji
hipotesis
Menguji hipotesis
adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau
informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data.
6.Merumuskan
kesimpulan
Merumuskan kesimpulan
adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian
hipotesis. Untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu
menunjukan pada siswa data mana yang relevan.
Efektif atau tidaknya
suatu model pembelajaran tergantung dari bagiaman mengimplementasikan model
tersebut, apakah sudah sesuai dengan tujuan, materi dan karakteristik siswa.
Sama halnya dengan model pembelajaran yang lain, model pembelajaran Inquiry juga memiliki beberapa
kelebihan, diantaranya adalah : (1) Model pembelajaran inquiry
dapat
memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
(2) Model pembelajaran inquiry merupakan model pembelajaran
yang dianggap
sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar
adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman. (3) Dapat melayani kebutuhan siswa yang
memiliki kemampuan di atas rata-rata, artinya siswa yang memiliki kemampuan
belajar bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.
Selain memiliki
kelebihan, tentunya setiap pembelajaran juga memiliki kekurangan atau
kelemahan, kelemahan dari model pembelajaran ini yaitu (1) Jika model pembelajaran inquiry
digunakan sebagai model pembelajaran, maka akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan
siswa. (2) Model ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena itu
terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar. (3) Selama kriteria
keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi
pelajaran, maka model pembelajaran inquiry akan sulit diimplementasikan oleh
setiap guru.
Demikian pembahasan mengenai model pembelajaran Inquiri, semoga dapat bermanfaat bagi
sobat blogger semua.
Referensi
Indahwati, T. S. (2012). Penerapan Model Inquiry Training
Melalui Teknik Peta Konsep Dan Teknik Puzzle Ditinjau Dari Tingkat. Jurnal
Inkuiri, 1 (3), 258-265.
Huda, M. (2013). Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR
Morbi leo risus, porta ac consectetur ac, vestibulum at eros. Fusce dapibus, tellus ac cursus commodo, tortor mauris condimentum nibh, ut fermentum massa justo sit amet risus.