“Belajar
sambil bermain” salah satu kalimat yang tidak asing lagi bagi hampir semua
pelajar di Indonesia karena jika mendengar kata bermain ini pastinya akan
terbesit pemikiran ke arah permainan yang asik untuk dimainkan. Apalagi untuk
pelajar yang lagi kehilangan semangatnya dan membutuhkan inovasi yang asyik untuk
belajar, pastinya membutuhkan model pembelajaran yang tidak membosankan. Nah, karena
kita sedang membahas mengenai “bermain” maka untuk megembalikan semangat
belajar para sobat blogger, model pembelajaran yang akan kita bahas tidak jauh
dari topik permainan yaitu model pembelajaran Role Playing atau bermain peran.
Model
pembelajaran Role Playing merupakan model pembelajaran yang menggunakan model
bermain peran dan sangat membutuhkan imajinasi yang tinggi. Dalam RP, siswa
dikondisikan pada situasi tertentu diluar kelas, meskipun saat itu pembelajaran
terjadi di dalam kelas. Selain itu role playing sering kali dimaksudkan sebagai
suatu bentuk aktivitas di mana pembelajar membayangkan dirinya seolah-olah
berada di luar kelas dan memainkan peran orang lain. Secara garis besar Role
playing merupakan suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui
pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa.
Model
pembelajaran role playing juga diorganisasikan berdasarkan kelompok-kelompok
siswa yang heterogen, dimana guru memberi kebebasan masing-masing kelompok
untuk mengimprovisasi dalam memainkan peran yang sudah di buat dalam skenario
namun masih dalam batasan skenario
Untuk
melaksanakan model pembelajaran role playing tentunya terdapat langkah-langkah
diantaranya yaitu :
Guru
menyiapkan skenario.
Guru
memberikan waktu kepada siswa untuk mempelajari skenario dalam beberapa hari.
Guru
membentuk kelompok yang masing-masing terdiridari 5 orang dan kemudian
menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai.
Guru
mempersilakan siswa untuk memainkan peran masing-masing sesuai dengan skenario
yang sudah diberikan sebelumnya.
Masing-masing
kelompok memberikan penilaian kepada kelompok lain dan menyampaikan
kesimpulannya.
Guru
mengevaluasi dari hasil pembelajaran.
Model
pembelajaran role playing ini biasanya diterapkan pada mata pelajaran bahasa
indonesia. Dimana dalam mata pelajaran bahasa indonesis terdapat sub materi
mengenai drama atau teater sehingga metode ini cocok untuk diterapkan dalam
mata pelajaran bahasa Indonesia.
Beranjak
pada kelebihan model pembelajaran role playing yang memiliki beberapa kelebihan
diantaranya 1) Dapat meberikan kesan pembelajaran tahan lama dalam ingatan
siswa dan menjadi pembelajaran asyik yang sulit dilupakan. 2) Membuat suasana
kelas menjadi dinamis dan antusiastis. 3) Menumbuhkan sikap percaya diri pada
siswa dan meningkatkan kebersamaan / kerja sama. 4) Memungkinkan siswa untuk
terjun langsung memerankan sesuatu yang akan dibahas dalam proses belajar.
Akan
tetapi, strategi role playing juga memiliki kelemahan sendiri, seperti 1)
Banyaknya waktu yang dibutuhkan siswa untuk memperlajari peran. 2) Kesulitan
menugaskan peran tertentu kepada siswa jika tidak di latih dengan baik. 3)
Tidak mungkin diterapkan dengan baik jika suasa kelas kurang mendukung. 4)
membutuhkan persiapan yang benar-benar matang dan waktu yang lama. 5) Tidak
semua materi pelajaran dapat disajikan melalui strategi ini.
Ya
itulah sedikit ulasan mengenai model pembelajaran role playing, semoga
bermanfaat untuk semua sobat blogger ya. Ingatt !! Bermain sewajarnya, Belajar
selamanya karena jika bermain tanpa disertai belajar akan sangat sia-sia dan
jika belajar disertai bermain akan sangat mengena jadi bermain dan belajar
saling melengkapi satu sama lain.
Referensi
Huda, M. (2013). Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR
Morbi leo risus, porta ac consectetur ac, vestibulum at eros. Fusce dapibus, tellus ac cursus commodo, tortor mauris condimentum nibh, ut fermentum massa justo sit amet risus.