Model pembelajaran problem based learning

0 Comments



Hello sobat blogger, semoga sehat selalu ya dan jangan pernah bosan untuk terus belajar, karena ada pepatah yang mengatakan “Belajarlah sampai ke negeri China”. Maksud dari pepatah ini yaitu bahwa kita harus terus belajar dimanapun tempatnya dan kapanpun walaupun harus sampai ke tempat yang jauh, karena belajar tak terbatas oleh ruang dan waktu. Jadi jangan diambil mentah-mentah ya pepatah ini, bukan berarti untuk belajar kita harus pergi ke negeri China. Oke keep fighting ya !!

Untuk model pembelajaran yang akan kita bahas kali ini yaitu mengenai model pembelajaran Problem Based Learning atau PBL. Model pembelajaran ini merupakan salah satu model pembelajaran yang diperoleh melalui proses menuju pemahaman akan resolusi suatu masalah. Menurut Barr dan Tagg (1995) PBL merupakan salah satu bentuk peralihan dari paradigma pengajaran menuju paradigma pembelajaran. Jadi fokusnya adalah pada pembelajaran siswa dan bukan pada pengajaran guru. Problem Based Learning (PBL) merupakan pendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berpikir tingka tinggi, pembelajaran ini membantu siswa untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya. Dengan Problem Based Learning (PBL) siswa dilatih menyusun sendiri pengetahuannya, mengembangkan keterampilan memecahkan masalah. Selain itu, dengan pemberian masalah autentik, siswa dapat membentuk makna dari bahan pelajaran melalui proses belajar dan menyimpannya dalam ingatan sehingga sewaktu-waktu dapat digunakan lagi

Sementara itu, Lloyd-Jones, Margeston, dan Bligh (1998:494) menjelaskan fitur-fitur penting dalam PBL. Mereka menyatakan bahwa ada tida elemen dasar yang seharusnya muncul dalam pelaksanaan PBL. Yang pertama yaitu menginisiasi pemicu / masalah awal (initiating triagger), kedua yaitu  meneliti isu-isu yang didefinisikan sebelumnya dan ketiga yaitu memanfaatkan pengetahuan dalam memahami lebih jauh situasi masalah. PBL tidak hanya bisa diterapkan oleh guru dalam ruang kelas, akan tetapi oleh pihak sekolah untuk pengembang kurikulum. Seperti definisi yang dikemukan oleh Maricopa Community Colleges, Centre of learning and intruction bahwa PBL merupakan kurikulum sekaligus proses. Kurikulumnya meliputi masalah-masalah yang dipilih dan dirancang dengan cermat dan menuntut upaya kritis siswa untuk memperoleh pengetahuan, menyelesaikan masalah, belajar secara mandiri dan memiliki skill partisipasi yang baik.

Untuk melaksanakan model pembelajaran PBL tentunya terdapat langkah-langkah diantaranya yaitu :
  1.  Pertama-tama siswa disajikan suatu masalah.
  2. Siswa mendiskusikan masalah dalam tutorial PBL dalam sebuah kelompok kecil 
  3.  Dalam hal ini mereka berusaha untuk mengidentifikasi fakta suatu kasus kemudian menbrainstorming  gagasan-gagasannya dengan berpijak pada pengetahuan yang sudah di dapat sebelumnya. Mereka mengidentifikasi apa yang dibutuhkan dan apa yang tidak mereka tahu. Mereka juga mendesain suatu rencana atau tindakan untuk penyelesaian masalh
  4.  Siswa terlibat dalam studi independen untuk menyelesaikan masalah diluar tutor guru. 
  5. Siswa kembali pada tutor PBL, lalu saling sharing informasi melalui peer teaching atau cooperative learning. 
  6. Siswa menyajikan solusi masalah
  7.  Siswa meriview apa yang mereka pelajari selama proses pengajaran.
Dalam melakukan sintak perlu adanya kerja sama antar guru dan siswa sehingga keberhasilan dari model pembelajaran ini juga bergantung kepada keduanya. seperti perpustakaan, sehingga siswa bisa memperolah informasi yang banyak. 

Pembelajaran Problem Based Learning atau berdasarkan masalah memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan model pembelajaran yang lainnya, di antaranya, (1) Pemecahan masalah merupakan teknik yang cukup bagus untuk memahami isi pelajaran. (2) Pemecahan masalah dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa.(3) Pemecahan masalah dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa. (4) Pemecahan masalah dapat membantu siswa bagaimana menstansfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata. (5) Pemecahan masalah dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru

Sama halnya dengan model pengajaran yang lain, model pembelajaran Problem Based Learning juga memiliki beberapa kekurangan dalam penerapannya. Kelemahan tersebut diantaranya: (1) Manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak memiliki kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba. (2) Keberhasilan strategi pembelajaran malalui Problem Based Learning membutuhkan cukup waktu untuk persiapan. (3) Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa yang mereka ingin pelajari. 

Nah untuk lebih jelasnya lagi mengenai bagaimana model pembelajaran kooperatif ini bisa klik link video ini ya. https://www.youtube.com/watch?v=o6RnP0AbA3Y

Pada dasarnya semua model pembelajaran apapun bisa diterapkan dan berhasil, bergantung niat, kemauan dan kerjasama. Ya, Itulah sedikit quots untuk hari ini, semoga apa yang sudah ditulis diatas bisa bermanfaat untuk sobat blogger semua. Jangan lupa belajar dan tetap semangat. Tunggu postingan selanjutnya ya. Don’t miss it.


Referensi
Huda, M. (2013). Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR
Syahrul, M. (2016, Januari). Pengertian, Ciri-Ciri, Langkah-Langkah dan Kelebihan serta Kekurangan Model Pembelajaran Problem Based Learning. Retrieved Desember 23, 2016, form: http://www.wawasanpendidikan.co m/2016/01/ Pengertian-Ciri-Ciri-Langkah-Langkah-dan-Kelebihan-serta-Kekurangan-M odel-Pembelajaran-Problem-Ba se d-Learning.html




You may also like

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

Author Info

About me

Instagram

Facebook

About the Author

Instagram

Translate

Follow us

featured Slider

Pages

Flickr Images

Like us on Facebook

Flickr

Popular Posts