Hello
sobat blogger, semoga sehat selalu ya dan jangan pernah bosan untuk terus
belajar, karena ada pepatah yang mengatakan “Belajarlah sampai ke negeri
China”. Maksud dari pepatah ini yaitu bahwa kita harus terus belajar dimanapun
tempatnya dan kapanpun walaupun harus sampai ke tempat yang jauh, karena
belajar tak terbatas oleh ruang dan waktu. Jadi jangan diambil mentah-mentah ya
pepatah ini, bukan berarti untuk belajar kita harus pergi ke negeri China. Oke keep fighting ya !!
Untuk model pembelajaran
yang akan kita bahas kali ini yaitu mengenai model pembelajaran Problem Based Learning atau PBL. Model
pembelajaran ini merupakan salah satu model pembelajaran yang diperoleh melalui
proses menuju pemahaman akan resolusi suatu masalah. Menurut Barr dan Tagg
(1995) PBL merupakan salah satu bentuk peralihan dari paradigma pengajaran
menuju paradigma pembelajaran. Jadi fokusnya adalah pada pembelajaran siswa dan
bukan pada pengajaran guru. Problem Based Learning (PBL) merupakan pendekatan
yang efektif untuk pengajaran proses berpikir tingka tinggi, pembelajaran ini
membantu siswa untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan
menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya. Dengan
Problem Based Learning (PBL) siswa dilatih menyusun sendiri pengetahuannya,
mengembangkan keterampilan memecahkan masalah. Selain itu, dengan pemberian
masalah autentik, siswa dapat membentuk makna dari bahan pelajaran melalui
proses belajar dan menyimpannya dalam ingatan sehingga sewaktu-waktu dapat
digunakan lagi
Sementara
itu, Lloyd-Jones, Margeston, dan Bligh (1998:494) menjelaskan fitur-fitur
penting dalam PBL. Mereka menyatakan bahwa ada tida elemen dasar yang
seharusnya muncul dalam pelaksanaan PBL. Yang pertama yaitu menginisiasi pemicu / masalah awal (initiating
triagger), kedua yaitu meneliti isu-isu yang didefinisikan sebelumnya
dan ketiga yaitu memanfaatkan
pengetahuan dalam memahami lebih jauh situasi masalah. PBL tidak hanya bisa
diterapkan oleh guru dalam ruang kelas, akan tetapi oleh pihak sekolah untuk
pengembang kurikulum. Seperti definisi yang dikemukan oleh Maricopa Community
Colleges, Centre of learning and intruction bahwa PBL merupakan kurikulum
sekaligus proses. Kurikulumnya meliputi masalah-masalah yang dipilih dan
dirancang dengan cermat dan menuntut upaya kritis siswa untuk memperoleh
pengetahuan, menyelesaikan masalah, belajar secara mandiri dan memiliki skill
partisipasi yang baik.
Untuk
melaksanakan model pembelajaran PBL tentunya terdapat langkah-langkah
diantaranya yaitu :
Pertama-tama
siswa disajikan suatu masalah.
Siswa
mendiskusikan masalah dalam tutorial PBL dalam sebuah kelompok kecil
Dalam hal ini mereka
berusaha untuk mengidentifikasi fakta suatu kasus kemudian
menbrainstorminggagasan-gagasannya
dengan berpijak pada pengetahuan yang sudah di dapat sebelumnya. Mereka
mengidentifikasi apa yang dibutuhkan dan apa yang tidak mereka tahu. Mereka
juga mendesain suatu rencana atau tindakan untuk penyelesaian masalh
Siswa
terlibat dalam studi independen untuk menyelesaikan masalah diluar tutor guru.
Siswa
kembali pada tutor PBL, lalu saling sharing informasi melalui peer teaching
atau cooperative learning.
Siswa
menyajikan solusi masalah
Siswa
meriview apa yang mereka pelajari selama proses pengajaran.
Dalam
melakukan sintak perlu adanya kerja sama antar guru dan siswa sehingga
keberhasilan dari model pembelajaran ini juga bergantung kepada keduanya.
seperti perpustakaan, sehingga siswa bisa memperolah informasi yang banyak.
Pembelajaran
Problem Based Learning atau berdasarkan masalah memiliki beberapa kelebihan
dibandingkan dengan model pembelajaran yang lainnya, di antaranya, (1) Pemecahan
masalah merupakan teknik yang cukup bagus untuk memahami isi pelajaran. (2) Pemecahan
masalah dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk
menemukan pengetahuan baru bagi siswa.(3) Pemecahan masalah dapat meningkatkan
aktivitas pembelajaran siswa. (4) Pemecahan masalah dapat membantu siswa
bagaimana menstansfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan
nyata. (5) Pemecahan masalah dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir
kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan
baru
Sama
halnya dengan model pengajaran yang lain, model pembelajaran Problem Based
Learning juga memiliki beberapa kekurangan dalam penerapannya. Kelemahan
tersebut diantaranya: (1) Manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak
memiliki kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka
mereka akan merasa enggan untuk mencoba. (2) Keberhasilan strategi pembelajaran
malalui Problem Based Learning membutuhkan cukup waktu untuk persiapan. (3) Tanpa
pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang
dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa yang mereka ingin pelajari.
Pada
dasarnya semua model pembelajaran apapun bisa diterapkan dan berhasil,
bergantung niat, kemauan dan kerjasama. Ya, Itulah sedikit quots untuk hari
ini, semoga apa yang sudah ditulis diatas bisa bermanfaat untuk sobat blogger
semua. Jangan lupa belajar dan tetap semangat. Tunggu postingan selanjutnya ya.
Don’t miss it.
Referensi
Huda, M. (2013). Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR
Syahrul, M. (2016, Januari). Pengertian, Ciri-Ciri, Langkah-Langkah dan
Kelebihan serta Kekurangan Model Pembelajaran Problem Based Learning. Retrieved Desember 23, 2016, form: http://www.wawasanpendidikan.co
m/2016/01/ Pengertian-Ciri-Ciri-Langkah-Langkah-dan-Kelebihan-serta-Kekurangan-M odel-Pembelajaran-Problem-Ba se
d-Learning.html
Morbi leo risus, porta ac consectetur ac, vestibulum at eros. Fusce dapibus, tellus ac cursus commodo, tortor mauris condimentum nibh, ut fermentum massa justo sit amet risus.